Universitas Padjadjaran (Unpad) memutuskan untuk menggelar pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau UTBK SBMPTN 2022 tanpa mitra lokasi. Sebagai pembanding, Unpad bermitra dengan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati di daerah Cibiru, Kota Bandung, pada tahun lalu.

Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, lokasi tunggal UTBK SBMPTN di Unpad tahun ini yaitu di kampus Jatinangor, Sumedang. “Kami pakai laboratorium komputer di 11 fakultas,” ujarnya, Senin 9 Mei 2022.

Tahun Ini, Unpad Hanya Gelar UTBK SBMPTN di Kampus Jatinangor

Menurut Arief, jumlah komputer pribadi (personal computer) atau PC di kampus Unpad Jatinangor kini sudah memadai sehingga bisa menggelar UTBK sendiri. Pada tahun lalu Unpad mendapat hibah 100 unit PC untuk pelaksanaan UTBK serta menunjang perkuliahan di laboratorium komputer.

Arief mengatakan, jumlah peserta UTBK yang mendaftar ujian di Unpad sekitar 12 ribu orang. Adapun kapasitas daya tampungnya mencapai hampir 17 ribu orang. “Sisanya kami pakai untuk cadangan,” ujarnya. Selain ruang ujian umum, panitia juga menyiapkan ruang UTBK khusus bagi peserta yang sakit namun tidak berkategori berat.

Pelaksanaan UTBK SBMPTN di Unpad akan berlangsung mulai 17 Mei 2022 selama dua pekan. Ujiannya digelar setiap hari sebanyak dua sesi yaitu pagi dan sore, kecuali Sabtu dan Minggu sebagai hari libur. Khusus bagi peserta ujian campuran IPA dan IPS atau IPC, ujiannya berlangsung dari pagi hingga sore.

Protokol kesehatan dan PPKM tetap berlaku

Jadwal UTBK itu berbarengan dengan perkuliahan mahasiswa di Kampus Unpad Jatinangor yang berjumlah sekitar 30 persen. Unpad telah menyiapkan jadwal khusus bagi perkuliahan agar waktu dan ruangannya tidak bentrok dengan peserta UTBK. “Kami atur tempat yang dipakai UTBK, ruang praktikumnya di tempat lain,” kata Arief.

Berhubung masih pandemi Covid-19, Unpad mewajibkan peserta UTBK SBMPTN untuk mematuhi protokol kesehatan. Adapun status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah Sumedang masih level 3.

Selain memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, peserta juga diwajibkan telah divaksin paling tidak untuk dosis lengkap atau sebanyak dua kali suntik. “Atau sudah bertanda hijau di aplikasi pedulilindungi, sebaiknya juga sudah divaksin booster untuk melindungi diri sendiri dan orang lain,” ujar Arief.

Pada tahun ini Unpad akan menerima hampir 7.000 mahasiswa baru dari jalur SBMPTN atau sekitar 40 persen total kapasitas. Jumlah yang sama disiapkan untuk mahasiswa baru dari jalur Seleksi Mandiri. Sisanya diperuntukkan jalur SNMPTN yang sudah lebih dulu dipenuhi. “Jumlah yang akan diterima totalnya relatif sama dengan tahun sebelumnya, cuma ada pergeseran jumlah kursi di beberapa program studi,” ujarnya https://netnote.id/.