Tag: peduli lindungi

Pedulilindungi Bisa Ungkap Perselingkuhan, Ini Caranya!

Aplikasi pelacakan Covid-19 PeduliLindungi nyatanya juga dapat digunakan dalam melacak riwayat perjalanan penggunanya.

Berkat fitur ini, seorang wanita sempat viral setelah menemukan perselingkuhan pasangannya lewat aplikasi PeduliLindungi. Pengecekan ini bisa dilakukan berdasarkan riwayat lokasi check-in kode QR yang dilakukan menggunakan aplikasi.

Pedulilindungi Bisa Ungkap Perselingkuhan, Ini Caranya!

Cara untuk mengecek riwayat lokasi check-in melalui PeduliLindungi juga cukup mudah. Pengguna tinggal membuka aplikasi, kemudian masuk ke menu Check-in History, dan setelahnya akan terlihat lokasi berdasarkan riwayat check-in.

Di bagian atas akan nampak riwayat hingga dua minggu lalu. Pengguna tinggal pilih tanggal untuk melihat riwayat lokasi check-in. Durasi check-in dan check-out pun bisa dilihat dengan mengklik lokasi terkait https://netnote.id/.

Namun perlu diingat, fitur ini hanya merekam aktivitas perjalanan jika pengguna memindai QR code. Jika pergi ke suatu tempat namun tak menggunakan fitur itu, maka tidak akan terekam dalam aplikasi.

Sebagai informasi, fitur QR code ini berfungsi sebagai syarat masuk suatu tempat. Mulai dari mall, restoran, hotel, dan area publik lain. QR code ini biasanya ditemui di tiap pintu masuk lokasi. Pengguna bisa menggunakan QR Code dengan membuka fitur Scan QR Code dalam aplikasi PeduliLindungi.

Dengan melakukan scan kode tersebut, maka akan terlihat apakah lokasi tersebut sedang banyak didatangi orang atau tidak.

Uni Eropa Sahkan PeduliLindungi, Bisa Dipakai di 27 Negara

Uni Eropa telah mengesahkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di wilayahnya mulai 11 Mei 2022.

Pengesahan itu dilakukan melalui keputusan pelaksanaan yang memuat pengakuan kesetaraan atas sertifikat vaksinasi yang dikeluarkan oleh Indonesia, menurut keterangan KBRI Brussels, Kamis (12/5).

Melalui pemberlakuan penyetaraan itu, maka QR code yang ada di aplikasi PeduliLindungi dapat terbaca di 27 negara anggota Uni Eropa.

Dengan demikian, warga Indonesia yang akan berkunjung ke Uni Eropa tidak perlu lagi mendaftarkan QR Codenya secara terpisah.

Dengan saling pengakuan ini, maka QR Code dalam sistem Uni Eropa juga dapat terbaca di Indonesia sehingga warga Uni Eropa yang bepergian ke Indonesia tidak perlu lagi mengunduh aplikasi PeduliLindungi, kata KBRI Brussels.

Pengesahan itu, menurut pihak KBRI, menandakan pengakuan Uni Eropa atas efektivitas sistem sertifikat vaksinasi Covid-19 Indonesia.

Uni Eropa Sahkan PeduliLindungi, Bisa Dipakai di 27 Negara

Dalam upaya interoperabilitas itu, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan telah melalui proses yang cukup panjang dengan Komite Sertifikat Digital Covid Uni Eropa yang bersama-sama mengawal penyetaraan teknis serta aspek legalitasnya.

Duta Besar RI untuk Belgia, Luksemburg dan Uni Eropa Andri Hadi mengatakan bahwa aksi saling pengakuan ini merupakan bentuk nyata penguatan kerja sama Uni Eropa (EU) dan Indonesia serta memperlihatkan pentingnya posisi Indonesia bagi EU.

“Saling pengakuan sertifikat vaksinasi diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan minat wisatawan Eropa yang akan berkunjung ke Indonesia di musim liburan mendatang,” ujarĀ Andri.

Saat ini, sebagian besar negara Eropa telah melakukan relaksasi aturan pembatasan secara bertahap. Namun demikian, sistem sertifikat vaksinasi tetap menjadi alat penting untuk mendukung mobilitas di wilayah Uni Eropa.

Hal itu juga ditekankan oleh oleh Commissioner for Justice Uni Eropa, Didier Reynders.

Reynders menyampaikan bahwa Indonesia telah tergabung dalam sistem Sertifikat Digital Covid Uni Eropa yang terhubung dengan 40 negara lainnya serta tentunya 27 negara anggota Uni Eropa.

“Hal ini merupakan momentum penting menjelang liburan musim panas yang akan datang,” katanya https://netnote.id/.

Sejak November 2021, Indonesia telah masuk dalam daftar putih (white list) Uni Eropa yang berarti bahwa warga Indonesia dapat melakukan perjalanan ke Uni Eropa.

Sistem saling pengakuan sertifikat vaksinasi itu diharapkan dapat semakin mempermudah perjalanan warga negara Indonesia yang berkunjung ke Uni Eropa dan sebaliknya warga Uni Eropa yang bepergian ke Indonesia.