Sepekan menjelang hari raya Idulfitri menjadi tradisi tahunan masyarakat untuk mudik atau pulang kampung halaman. Di masa mudik, wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, masih berada dalam kondisi cuaca ekstrem.

Nyaris setiap hari berubah cuaca, waktu pagi hingga siang terang benderang, namun menjelang sore hingga malam hari sering terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Prakirawan BMKG Banyuwangi, Gigik Nurbaskoro mengatakan, akhir bulan April 2022 yang menjadi waktu mudik para perantau kini masih bertengger pada musim peralihan. Bahkan sebagian wilayah Banyuwangi sering terjadi hujan.

Selain potensi bencana alam akibat curah hujan tinggi, Badan Geologi melihat ada potensi gerakan tanah, jalan amblas yang bisa mengganggu aktivitas dan kegiatan transportasi lainnya. Termasuk juga gempa bumi dan tsunami yang potensinya sulit diprediksi.

Pemantauan gunung api juga dilakukan kepada 69 dari 77 gunung api yang masih aktif. Pemantauan dilakukan selama 1×24 jam selama 7 hari.

Pemantauan dilakukan dari stasiun-stasiun pemantauan dan gerakan tanah aktif juga ikut dipantau. Tidak kurang dari 74 pos pengamatan menjadi pantau Badan Geologi.

Mau Mudik ke Banyuwangi, Simak Prakiraan Cuaca Sepekan ke Depan Berikut Ini

“Di bulan April ini masih musim pancaroba atau musim peralihan. Jadi ada potensi atau kemungkinan-kemungkinan terjadi perubahan cuaca yang mendadak dan cuaca ekstrem juga masih berpotensi,” kata Gigik, Senin (25/4).

Selanjutnya untuk kondisi cuaca di selat Bali yang menjadi akses perjalanan laut pemudik dari Bali ke Banyuwangi masih tergolong aman. Sebab tinggi gelombang sedang dalam kategori rendah dan tidak membahayakan untuk lalu lintas di jalur laut.

“Kategori tinggi gelombang di selat Bali masih tergolong rendah yakni kisaran 0,5 meter hingga 1,3 meter jadi aman untuk penyeberangan,” ujar dia.

Jalur Penerbangan

Sementara jalur penerbangan, tidak jauh berbeda dengan kondisi cuaca di perairan selat Bali, cuaca cerah berawan mendominasi setiap pagi hingga siang hari, namun jika menginjak malam, jalur penerbangan sering mengalami hujan.

Untuk itu, setiap pemudik yang memilih hendak pulang kampung, baik melalui jalur darat, laut maupun udara tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa beralih secara tiba-tiba.

“Kami imbau para pemudik untuk selalu waspada menghadapi cuaca yang bisa berubah secara tiba-tiba,” ungkap Gigik.