Tag: gejalan covid

WHO Warning Penurunan Kasus Covid-19 Global, Kenapa?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui adanya penurunan kasus Covid-19 global beberapa pekan terakhir. Namun, lembaga PBB itu memberi peringatan, meminta tren tersebut ditafsirkan dengan hati-hati.

Mengapa?

Hal ini terkait perubahan strategi Covid-19 banyak negara. Ini menekan data pengujian.

“Tren ini harus ditafsirkan dengan hati-hati karena beberapa negara secara progresif mengubah strategi Covid-19 mereka seperti pengujian,” tulis WHO, dalam situation report terbarunya, dikutip Senin (25/4/2022).

“Ini, berdampak ke jumlah keseluruhan pengujian dan dengan demikian jumlah kasus yang lebih rendah terdeteksi.”

Sebelumnya, dalam rilis tersebut, WHO menyebut jumlah kasus dan kematian baru Covid-19 terus mengalami penurunan sejak akhir Maret 2022.

Dalam pekan yang berakhir 17 April misalnya, ada 5 juta kasus dan 18.000 kematian, turun 24% dan 12% dari pekan sebelumnya.

WHO Warning Penurunan Kasus Covid-19 Global, Kenapa?

Di data yang sama, WHO menyebut lima negara dengan kasus tertinggi pekan lalu. Yakni Korea Selatan (Korsel), Prancis, Jerman, Italia, dan Jepang. Sedangkan kematian terbanyak pekan lalu terjadi di Amerika Serikat (AS), Rusia, Korsel. Lalu Jerman dan Italia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kasus virus corona yang dilaporkan secara global telah turun selama dua minggu berturut-turut. Begitu pula dengan angka kematian yang dikonfirmasi juga turun pekan lalu.

Dalam laporan pandemi terbaru, WHO mengatakan 9 juta kasus dilaporkan dalam sepekan atau turun 16 persen. Sedangkan angka kematian dalan seminggu tercatat 26.000. WHO mengatakan, infeksi virus corona dikonfirmasi turun di semua wilayah di dunia.

Pekan lalu, Inggris mengatakan Covid-19 telah mencapai tingkat rekor di seluruh negeri, dengan statistik pemerintah memperkirakan bahwa sekitar 1 dari 13 orang terinfeksi. Angka-angka itu muncul pada hari yang sama ketika pemerintah Inggris tidak lagi menjalankan program tes Covid-19 gratis.

Sementara itu, pihak berwenang China melakukan lebih banyak pengujian massal minggu ini di seluruh Shanghai, yang tengah menjadi pusat penularan virus corona negara tersebut. Di Shanghai tercatat telah lebih dari 90.000 kasus, tetapi tidak ada kematian selama pandemi.

Waspada! Ini Tanda-tanda Gejala Omicron di Kulit

Meski virus Corona varian Omicron tidak seganas varian sebelumnya, para ilmuwan terus menemukan fakta baru mengenai varian virus SARS-CoV-2 tersebut. Yang terbaru, gejala Omicron rupanya dapat diketahui dari kulit.

Sebuah studi dari Inggris yang dipublikasikan oleh ZOE Covid Symptom Study App, mengungkap ada tiga tanda-tanda seseorang terpapar Omicron melalui kulit.

Tanda-tanda tersebut adalah:

  • Kulit gatal
  • Ruam mirip biang keringat yang muncul di seluruh tubuh. Tanda ini lebih sering terjadi pada siku, punggung tangan dan kaki.
  • Chilblain atau ruam di kulit yang berwarna ungu atau merah dan menonjol di kulit. Bagian tersebut biasanya disertai dengan rasa sakit.

Selain itu, studi lain juga menemukan bahwa gejala Omicron dapat bertahan lebih lama di permukaan kulit. Studi, yang diunggah ke bioRxiv, oleh National Institute of Infectious Diseases Tokyo dan penelitian oleh Kyoto Prefectural University of Medicine menunjukkan hasil yang sama.

Waspada! Ini Tanda-tanda Gejala Omicron di Kulit

 

Studi tersebut meneliti virus Corona versi asli, varian Alpha, Beta, Gamma, Delta, dengan Omicron. Para peneliti mengamati virus di permukaan potongan kulit manusia asli dari mayat.

“Studi kami menunjukkan pada permukaan plastik dan kulit, varian Alpha, Beta, Delta dan Omicron menunjukkan waktu bertahan lebih dari dua kali lipat lebih lama dari strain Wuhan dan mempertahankan infektivitas selama lebih dari 16 jam pada permukaan kulit,” ujar tim peneliti dikutip dari berita kesehataan Internasional.

Penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Kedokteran Prefektur Kyoto menemukan virus corona varian awal menunjukkan durasi bertahan paling sedikit, sementara varian Omicron bertahan paling lama pada permukaan kulit hingga empat kali lipat.

Corona varian asli dapat bertahan di kulit mencapai 8,6 jam. Berikutnya berturut-turut Alpha selama 19,6 jam, Beta 19,1 jam, 11 jam untuk Gamma, dan 16,8 jam pada Delta. Sedangkan Omicron kembali yang bertahan lebih lama yakni 21,1 jam.

Para peneliti mengatakan pengujian membuktikan varian Omicron punya stabilitas pada lingkungan yang tinggi dibandingkan Variant of Concern (VoC) lain. Dengan contoh tersebut memungkinkan Omicron untuk menyebar lebih cepat.