Cara menulis novel memang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Khususnya bagi kalian para pemula, maka terdapat beberapa aspek yang tentu perlu ditentukan dan diperhatikan. Sebenarnya, menulis novel tidaklah sesulit seperti apa yang dibayangkan.

Seseorang akan merasa sulit apabila sedari awal sudah mendapati rasa takut akan kegagalan. Sebelum menulis novel, maka sebenarnya Anda perlu menghilangkan pikiran negatif terlebih dahulu.

Menghilangkan rasa takut meski pada nantinya novel yang sudah Anda tulis hanya dapat dinikmati diri sendiri, dapat menjadi modal utama Anda untuk menulis sebuah novel.

Tidak ada salahnya untuk tetap melampiaskan ataupun menuangkan imajinasi dalam pikiran ke dalam tulisan novel. Hal tersebut pada nantinya akan menjadi sesuatu yang bahkan dapat diapresiasi.

Apabila rasa kekhawatiran sudah hilang, barulah Anda dapat melanjutkan untuk menulis novel. Dalam cara menulis novel Anda perlu mengetahui apa saja yang harus ditentukan. Berikut ulasannya yang berhasil dihimpun dari Liputan6 dan berbagai sumber.

Tentukan Genre

Cara menulis novel yang pertama dan penting untuk diperhatikan adalah menentukan genre-nya terlebih dahulu. Anda bisa dengan bebas menentukan genre novel yang ingin ditulis. Umumnya, beberapa jenis atau genre novel yang bisa Anda pilih adalah romantis, horor, misteri, sains, fiksi hingga petualangan dan juga sejarah.

Menentukan genre terlebih dahulu sangatlah penting agar Anda dapat fokus ketika menulis sebuah novel.

Genre ini pada nantinya juga akan mempengaruhi segmentasi pembaca. Anda bisa melakukan survei terlebih dahulu novel seperti apa yang sedang banyak diminati untuk menentukan genrenya.

Penokohan

Apabila sudah menentukan genre, Anda bisa melanjutkannya dengan menentukan penokohan. Tokoh merupakan salah satu unsur penting yang harus ada di dalam cerita sebuah novel, bahkan bisa diibaratkan sebagai ruh novel itu sendiri. Pada nantinya, tokoh akan mampu membuat cerita dalam novel menjadi hidup.

Selain itu, penokohan di dalam novel juga akan berfungsi sebagai pembangun emosi sang pembaca. Penokohan dapat dikatakan baik apabila memiliki konflik di dalam cerita.

Biasanya, beberapa penokohan yang terdapat dalam novel yaitu seperti protagonis (pendukung utama cerita), antagonis (tokoh jahat dalam cerita) hingga tritagonis (tokoh pembantu antara protagonis dan antagonis).

Karakteristik

Hal yang tak kalah penting untuk dilakukan dalam menulis sebuah novel adalah menentukan karakteristik. Setelah membuat penokohan Anda perlu memberi karakter pada setiap tokoh yang terdapat dalam novel tersebut. Karakteristik juga biasa dikenal dengan sebutan perwatakan yang begitu memiliki peran besar dalam jalan cerita novel.

Anda bisa memberikan karakter yang kontras di setiap para tokoh apabila sedang menulis novel penuh konflik agar ceritanya menjadi lebih menarik. Sebab, apabila Anda menciptakan sebuah karakter yang secara umum hampir terlihat sama akan membuat jalan ceritanya membosankan meski sudah memiliki konflik yang besar sekalipun.

Tentukan Alur atau Plot

Alur atau plot juga merupakan salah satu aspek terpenting dalam menulis sebuah novel. Sebab, alur atau plot ini dapat dikatakan sebagai tubuh dari novel sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa alur atau plot ini terbagi menjadi tiga jenis yaitu alur maju, alur mundur dan alur campuran atau alur maju mundur. Dikutip dari Liputan6.com, berikut adalah penjelasannya:

– Plot Maju

Plot ini paling mudah dan paling umum digunakan oleh penulis karena ceritanya pasti akan berjalan maju ke depan terus. Penulis dapat memasukkan flashback dalam plot ini asalkan tidak mendominasi cerita. Karena, jika cerita didominasi oleh flashback, maka plot tersebut dapat berubah menjadi plot mundur ataupun maju.

– Plot Mundur

Ciri-ciri plot mundur biasanya diawali dengan hasil klimaks terlebih dahulu di depan. Pembaca dalam hal ini akan dibuat bingung dengan situasi yang tiba-tiba sudah terjadi. Pembaca akan mengira seolah-olah bagian akhir cerita ada di halaman awal.

– Plot Maju – Mundur

Plot ini biasanya digunakan di dalam novel-novel fiksi. Hanya saja, kamu harus memiliki keahlian khusus dan ketelitian tinggi agar pembaca tidak dibuat pusing dengan cerita di dalamnya. Biasanya plot maju-mundur memiliki presentase plot maju dan mundur sekitar 50:50.

Menentukan Setting

Kemudian Anda juga perlu menentukan setting dalam menulis novel. Setting dapat diibaratkan sebagai panggung yang akan digunakan untuk sebuah pertunjukkan. Akan tetapi setting tetap memiliki batasan serta aturannya sendiri pada setiap jenis setting yang digunakan.

Terdapat tips untuk membuat setting yakni dengan menciptakan dunia baru milik Anda sendiri. Nah untuk melakukan hal ini dibutuhkan tingkat imajinasi yang sangat tinggi dan memadukan realita dan juga fiksi.

Perlu diketahui, bahwasannya novel dengan imajinasi terlalu kompleks akan membuat pembaca kesulitan menggambarkan imajinasi. Sementara imajinasi yang dangkal akan membuat cerita menjadi membosankan pula.

Menentukan Sudut Pandang

Sudut pandang juga merupakan salah satu aspek terpenting dalam menulis novel. Sudut pandang pada nantinya akan berpengaruh pada hasil akhir tulisan. Sudut pandang yang biasa digunakan dalam menulis novel terbagi menjadi tiga yakni sudut pandang orang pertama, kedua dan ketiga.

– Orang Pertama: Sudut pandang orang pertama menempatkan pembaca sebagai tokoh utama. Tanda sudut pandang orang pertama menggunakan “Aku”.

– Orang Kedua: Sudut pandang orang kedua, pembaca menjadi bagian di dalam cerita, namun bukan sebagai tokoh aku. Melainkan sebagai tokoh penggembira yang terlihat dengan tokoh “aku”.

– Orang Ketiga: Sudut pandang orang ketiga diposisikan sebagai orang lain atau penonton.

Tentukan Konflik dan Klimaks

Apabila Anda ingin menghasilkan tulisan novel yang baik, maka di dalamnya harus mengandung unsur konflik dan juga klimaks. Banyak dari beberapa orang yang sulit dalam menciptakan sebuah konflik ataupun masalah. Seperti kehidupan nyata yang dijalani manusia, hidup akan terasa hambar apabila tanpa sebuah permasalahan.

Dalam novel, konflik ini hadir dengan bermacam-macam bentuk. Mulai dari konflik yang disuguhkan di awal dan akhir cerita, ataupun di tengah-tengah cerita.

Apabila dihadirkan pada awal cerita, biasanya tokoh utama akan menghadapi konflik yang biasanya ia gagal menjalaninya. Akan tetapi pada konflik ke dua atau akhir tokoh utama menjadi menang.