Category: Berita Pendidikan

5 Macam Gerak Langkah Kaki dalam Senam Irama

Senam irama disebut juga dengan aktivitas gerak berirama. Senam irama adalah gerakan senam yang dilakukan dalam irama musik, atau pembelajaran bebas yang dilakukan secara berirama.

Senam ini dapat dilakukan dengan ataupun tanpa menggunakan alat. Adapun alat yang sering digunakan dalam senam irama yakni gada, simpai, tongkat, bola, pita, topi.

Dalam senam irama terdapat lima gerak langkah kaki.

Macam-macam gerak langkah itu meliputi langkah biasa, rapat, keseimbangan, depan, dan silang.

Berikut cara melakukan gerak langkah yang telah disebutkan itu.

1. Langkah Biasa

Gerakan langkah biasa bisa dilakukan dengan cara:

  1.  Berdiri dengan sikap tegak rileks.
  2.  Langkahkan kaki kiri ke depan dan kedua lengan di samping badan.
  3.  Langkahkan kaki kanan ke depan dan jatuhkan pada tumit.
  4.  Lanjutkan melangkah dengan kaki kiri secara bergantian.

2. Langkah rapat

Gerakan langkah rapat bisa dilakukan dengan cara:

  •  Berdiri dengan sikap tegak rileks.
  •  Langkahkan kaki kanan di depan kaki kiri.
  •  Kemudian, melangkahkan kaki kiri di depan kaki kanan.
  •  Lanjutkan kedua kaki rapat.

3. Langkah Keseimbangan

Gerakan langkah keseimbangan bisa dilakukan dengan cara:

a. Berdiri dengan sikap tegak rileks.

b. Hitungan 1: langkahkan kaki kiri ke depan.

c. Hitungan 2: kaki kanan menyusul melangkah ke depan.

d. Ketika tumit kaki kanan masih terangkat, kaki kiri mundur diikuti kaki kanan mundur merapat.

4. Langkah Depan

Gerakan langkah depan bisa dilakukan dengan cara:

a. Berdiri dengan sikap anjur kiri.

b. Hitungan 1: silangkan kaki kiri di muka kaki kanan.

c. Hitungan 2: kaki kiri menyusul dan bersama-sama kaki kanan menyusul lagi (satu hep dua).

d. Selanjutnya, langkahkan kaki kiri, disusul kanan, kemudian diikuti langkah kiri.

5. Langkah Silang

Gerakan langkah silang bisa dilakukan dengan cara:

a. Berdiri dengan sikap anjur kiri.

b. Hitungan 1: silangkan kaki kiri di muka kaki kanan.

c. Kruispas dapat pula dilakukan ke belakang.

d. Langkah silang ini dilakukan dengan irama 2/4.

Ini Pentingnya Menjaga Keseimbangan Alam dan Kelestarian Sumber Daya Alam

Pelestarian sumber daya alam adalah upaya pengelolaan sumber daya alam untuk mempertahankan sifat dan bentuknya, perubahan yang terjadi dikembalikan pada alam.

Melansir dari modul berjudul “Indahnya Negeriku: IPA Paket A Setara SD/MI” yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sumber daya alam dibedakan menjadi dua, yaitu:

1. Sumber Daya Alam Dapat Diperbaharui

Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang memiliki sifat dapat pulih kembali. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang dapat dibudidayakan atau dikembangbiakan.

Contoh: Air, hewan, dan tumbuhan, air, tanah, udara, dan matahari.

2. Sumber Daya Alam Tidak Dapat Diperbaharui

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang akan habis apabila digunakan terus-menerus. Dibutuhkan waktu yang sangat lama agar sumber daya alam itu terbentuk kembali.

Contoh: Minyak bumi, gas alam, batu bara, emas, perak, besi, dan lain-lain.

Alasan Pentingnya Menjaga Keseimbangan Alam dan Kelestarian Sumber Daya Alam

Keseimbangan dan kelestarian sumber daya alam wajib dilakukan agar terus bisa bermanfaat dan saling menghidupi antar sesama makhluk. Namun, kebanyakan manfaat itu paling sering dirasakan oleh manusia. Di antaranya adalah sebagai berikut.

Manfaat Sumber Daya Alam bagi Manusia

1. Sebagai sumber energi dan bahan bakar, contoh minyak bumi

2. Sebagai pembangkit listrik, contoh minyak bumi, sinar matahari

3. Untuk kebutuhan makan bagi manusia dan hewan, contoh hewan dan tumbuhan.

4. Untuk kebutuhan tempat tinggal, contoh tumbuhan/pohon

5. Untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan alam.

6. Menyuplai oksigen, tumbuhan

7. Sebagai cadangan devisa negara

Sebagai salah satu negara dengan sumber daya alam terbesar, sudah pasti Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan melestarikannya.

Meski banyak sumber daya alam yang bermanfaat bagi manusia, namun pemanfaatan secara terus-menerus telah menimbulkan masalah bagi manusia dan makhluk hidup lainnya.

Pengambilan sumber daya alam secara terus-menerus tanpa usaha pelestarian akan menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi manusia.

Berikut adalah contoh dampak pengambilan sumber daya alam secara liar, antara lain:

  • Dapat menyebabkan terjadinya bencana alam
  • Punahnya hewan dan tumbuhan
  • Terjadinya pemanasan global
  • Sumber daya alam akan berkurang

Kegiatan Manusia yang Mengganggu Kelestarian Alam

Dampak mengerikan tersebut perlu disadari sejak dini agar generasi masa depan bisa merasakan alam asri Indonesia. Adapun untuk menyadarinya, perlu diketahui kegiatan-kegiatan yang mengganggu kelestarian alam, di antaranya:

  1. Penebangan liar
  2. Ladang berpindah
  3. Perburuan binatang secara liar
  4. Penangkapan ikan dengan cara tidak tepat
  5. Membuang sampah sembarangan, dan lainnya.
  6. Contoh Kegiatan Menjaga Kelestarian Alam

Agar bisa menjaga kelestarian alam secara bersama-sama, setiap orang perlu memulai dari lingkungan terkecil sampai ke lingkungan lebih luas. Misal dimulai dari rumah masing-masing.

Berikut contoh kegiatan yang bisa melestarikan sumber daya alam:

– Menghemat penggunaan air

– Penanaman kembali hutan yang gundul

– Menjaga kebersihan lingkungan

– Membuat terasering pada lahan miring

– Menghemat penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui

– Mematikan listrik bila tidak digunakan

– Mendaur ulang barang-barang bekas

– Pengolahan sampah

Nah, itulah alasan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan kelestarian sumber daya alam. Agar alam tidak semakin rusak parah, yuk guys jaga lingkungan dengan baik!

7 Cara Menulis Novel, Ketahui Apa Saja yang Harus Ditentukan

Cara menulis novel memang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Khususnya bagi kalian para pemula, maka terdapat beberapa aspek yang tentu perlu ditentukan dan diperhatikan. Sebenarnya, menulis novel tidaklah sesulit seperti apa yang dibayangkan.

Seseorang akan merasa sulit apabila sedari awal sudah mendapati rasa takut akan kegagalan. Sebelum menulis novel, maka sebenarnya Anda perlu menghilangkan pikiran negatif terlebih dahulu.

Menghilangkan rasa takut meski pada nantinya novel yang sudah Anda tulis hanya dapat dinikmati diri sendiri, dapat menjadi modal utama Anda untuk menulis sebuah novel.

Tidak ada salahnya untuk tetap melampiaskan ataupun menuangkan imajinasi dalam pikiran ke dalam tulisan novel. Hal tersebut pada nantinya akan menjadi sesuatu yang bahkan dapat diapresiasi.

Apabila rasa kekhawatiran sudah hilang, barulah Anda dapat melanjutkan untuk menulis novel. Dalam cara menulis novel Anda perlu mengetahui apa saja yang harus ditentukan. Berikut ulasannya yang berhasil dihimpun dari Liputan6 dan berbagai sumber.

Tentukan Genre

Cara menulis novel yang pertama dan penting untuk diperhatikan adalah menentukan genre-nya terlebih dahulu. Anda bisa dengan bebas menentukan genre novel yang ingin ditulis. Umumnya, beberapa jenis atau genre novel yang bisa Anda pilih adalah romantis, horor, misteri, sains, fiksi hingga petualangan dan juga sejarah.

Menentukan genre terlebih dahulu sangatlah penting agar Anda dapat fokus ketika menulis sebuah novel.

Genre ini pada nantinya juga akan mempengaruhi segmentasi pembaca. Anda bisa melakukan survei terlebih dahulu novel seperti apa yang sedang banyak diminati untuk menentukan genrenya.

Penokohan

Apabila sudah menentukan genre, Anda bisa melanjutkannya dengan menentukan penokohan. Tokoh merupakan salah satu unsur penting yang harus ada di dalam cerita sebuah novel, bahkan bisa diibaratkan sebagai ruh novel itu sendiri. Pada nantinya, tokoh akan mampu membuat cerita dalam novel menjadi hidup.

Selain itu, penokohan di dalam novel juga akan berfungsi sebagai pembangun emosi sang pembaca. Penokohan dapat dikatakan baik apabila memiliki konflik di dalam cerita.

Biasanya, beberapa penokohan yang terdapat dalam novel yaitu seperti protagonis (pendukung utama cerita), antagonis (tokoh jahat dalam cerita) hingga tritagonis (tokoh pembantu antara protagonis dan antagonis).

Karakteristik

Hal yang tak kalah penting untuk dilakukan dalam menulis sebuah novel adalah menentukan karakteristik. Setelah membuat penokohan Anda perlu memberi karakter pada setiap tokoh yang terdapat dalam novel tersebut. Karakteristik juga biasa dikenal dengan sebutan perwatakan yang begitu memiliki peran besar dalam jalan cerita novel.

Anda bisa memberikan karakter yang kontras di setiap para tokoh apabila sedang menulis novel penuh konflik agar ceritanya menjadi lebih menarik. Sebab, apabila Anda menciptakan sebuah karakter yang secara umum hampir terlihat sama akan membuat jalan ceritanya membosankan meski sudah memiliki konflik yang besar sekalipun.

Tentukan Alur atau Plot

Alur atau plot juga merupakan salah satu aspek terpenting dalam menulis sebuah novel. Sebab, alur atau plot ini dapat dikatakan sebagai tubuh dari novel sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa alur atau plot ini terbagi menjadi tiga jenis yaitu alur maju, alur mundur dan alur campuran atau alur maju mundur. Dikutip dari Liputan6.com, berikut adalah penjelasannya:

– Plot Maju

Plot ini paling mudah dan paling umum digunakan oleh penulis karena ceritanya pasti akan berjalan maju ke depan terus. Penulis dapat memasukkan flashback dalam plot ini asalkan tidak mendominasi cerita. Karena, jika cerita didominasi oleh flashback, maka plot tersebut dapat berubah menjadi plot mundur ataupun maju.

– Plot Mundur

Ciri-ciri plot mundur biasanya diawali dengan hasil klimaks terlebih dahulu di depan. Pembaca dalam hal ini akan dibuat bingung dengan situasi yang tiba-tiba sudah terjadi. Pembaca akan mengira seolah-olah bagian akhir cerita ada di halaman awal.

– Plot Maju – Mundur

Plot ini biasanya digunakan di dalam novel-novel fiksi. Hanya saja, kamu harus memiliki keahlian khusus dan ketelitian tinggi agar pembaca tidak dibuat pusing dengan cerita di dalamnya. Biasanya plot maju-mundur memiliki presentase plot maju dan mundur sekitar 50:50.

Menentukan Setting

Kemudian Anda juga perlu menentukan setting dalam menulis novel. Setting dapat diibaratkan sebagai panggung yang akan digunakan untuk sebuah pertunjukkan. Akan tetapi setting tetap memiliki batasan serta aturannya sendiri pada setiap jenis setting yang digunakan.

Terdapat tips untuk membuat setting yakni dengan menciptakan dunia baru milik Anda sendiri. Nah untuk melakukan hal ini dibutuhkan tingkat imajinasi yang sangat tinggi dan memadukan realita dan juga fiksi.

Perlu diketahui, bahwasannya novel dengan imajinasi terlalu kompleks akan membuat pembaca kesulitan menggambarkan imajinasi. Sementara imajinasi yang dangkal akan membuat cerita menjadi membosankan pula.

Menentukan Sudut Pandang

Sudut pandang juga merupakan salah satu aspek terpenting dalam menulis novel. Sudut pandang pada nantinya akan berpengaruh pada hasil akhir tulisan. Sudut pandang yang biasa digunakan dalam menulis novel terbagi menjadi tiga yakni sudut pandang orang pertama, kedua dan ketiga.

– Orang Pertama: Sudut pandang orang pertama menempatkan pembaca sebagai tokoh utama. Tanda sudut pandang orang pertama menggunakan “Aku”.

– Orang Kedua: Sudut pandang orang kedua, pembaca menjadi bagian di dalam cerita, namun bukan sebagai tokoh aku. Melainkan sebagai tokoh penggembira yang terlihat dengan tokoh “aku”.

– Orang Ketiga: Sudut pandang orang ketiga diposisikan sebagai orang lain atau penonton.

Tentukan Konflik dan Klimaks

Apabila Anda ingin menghasilkan tulisan novel yang baik, maka di dalamnya harus mengandung unsur konflik dan juga klimaks. Banyak dari beberapa orang yang sulit dalam menciptakan sebuah konflik ataupun masalah. Seperti kehidupan nyata yang dijalani manusia, hidup akan terasa hambar apabila tanpa sebuah permasalahan.

Dalam novel, konflik ini hadir dengan bermacam-macam bentuk. Mulai dari konflik yang disuguhkan di awal dan akhir cerita, ataupun di tengah-tengah cerita.

Apabila dihadirkan pada awal cerita, biasanya tokoh utama akan menghadapi konflik yang biasanya ia gagal menjalaninya. Akan tetapi pada konflik ke dua atau akhir tokoh utama menjadi menang.

Mengenal 7 Wujud Keragaman Budaya Indonesia dan Contohnya

Indonesia adalah negeri yang kaya. Tak hanya sebatas pada sumber daya alamnya saja, tapi juga ragam budaya.

Luas wilayah yang membentang dari Sabang sampai Marauke menjadikannya memiliki keragaman budaya Indonesia yang luar biasa.

Berdasarkan sensus BPS pada 2010, ada lebih dari 300 kelompok etnik atau 1.340 kelompok suku bangsa di Indonesia.

Keanekaragaman ini mencetuskan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tapi tetap satu. Meski memiliki aneka ragam suku, budaya, agama, dan golongan, Indonesia tetaplah satu kesatuan.

Semboyan yang berasal dari bahasa Jawa Kuno tersebut mengukuhkan bahwa sejatinya keragaman yang ada di negeri kita ini merupakan kekayaan dan keindahan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Lantas apa saja wujud keragaman budaya yang bangsa ini miliki? Berikut keragaman budaya Indonesia yang menjadi ciri khas daerah masing-masing.

Mengenal 7 Wujud Keragaman Budaya Indonesia dan Contohnya

1. Rumah Adat

Rumah adat dibangun dengan wujud dan cara yang sama dari generasi ke generasi tanpa atau sedikit mengalami perubahan. Rumah adat tradisional sampai saat ini masih ada yang ditinggali, tapi juga ada yang digunakan untuk upacara adat.

Rumah adat merupakan cerminan budaya yang terbentuk dari tradisi dalam masyarakat, seperti adaptasi atau cara hidup, ekonomi, dan religinya.

Di Indonesia setiap daerah mempunyai rumah tradisional yang beragam berdasarkan wilayah dan sukunya.

Misalnya, rumah gadang di Sumatera Barat, gapura candi bentar yang merupakan rumah adat Bali, rumah joglo khas Jawa Tengah, rumah panjang khas masyarakat Kalimantan Barat, dan sebagainya.

2. Upacara Adat

Upacara adat adalah salah satu tradisi yang dianggap memiliki nilai-nilai bagi masyarakat sekitar.

Selain sebagai cara manusia untuk berhubungan dengan para leluhur dan Sang Pencipta, upacara adat juga menjadi perwujudan manusia untuk menyesuaikan diri terhadap alam dan lingkungannya dalam arti luas.

Contohnya, upacara ruwatan dalam tradisi Jawa untuk menyucikan seseorang dari kesialan. Upacara sekaten oleh masyarakat Yogyakarta dilakukan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad.

Kemudian upacara Ngaben di Bali dengan melakukan kremasi jenazah, dan upacara bakar batu di Papua yang bertujuan untuk bersyukur, bersilaturahim, atau menyambut tamu penting.

3. Pakaian Tradisional

Keragaman budaya Indonesia selanjutnya adalah pakaian adat. Pakaian adat atau tradisional berfungsi untuk mengekspresikan identitas. Pakaian adat ada yang digunakan untuk acara sehari-hari maupun untuk upacara-upacara adat.

Misalnya, baju bodo khas suku Bugis dan Makassar, ulos dari Sumatera Utara, pakaian adat betawi khas DKI Jakarta, kebaya Jawa dengan jarik batik khas Jawa Tengah, pakaian adat king baba dan king bibinge dari Kalimatan Barat.

4. Tarian Adat

Tiap daerah mempunyai tarian adat masing-masing dengan peruntukan yang berbeda. Ada tarian untuk menyambut tamu agung, menyambut panen, upacara kematian, upacara keagamaan, dan sebagainya.

Sebut saja, tari Saman dari daerah Aceh, tari kecak dan pendet dari Bali, tari jaipong dari Jawa Barat, tari reog Ponorogo dari Jawa Timur, tari topeng Betawi dari Jakarta, tari piring dari Sumatera Barat, tari maengket dari Sulawesi Utara, dan sebagainya.

5. Alat Musik dan Lagu Tradisional

Lagu tradisional adalah lagu yang berasal dari daerah tertentu. Lagu daerah mirip dengan lagu kebangsaan namun statusnya hanya bersifat kedaerahan dengan lirik dan bahasa asal daerah masing-masing.

Lagu tradisional umumnya menceritakan nilai kehidupan masyarakatnya dan memiliki makna mendalam.

Contoh lagu tradisional yang terkenal di Indonesia adalah Rasa Sayange asal Maluku, Gundul-gundul Pacul dan Bapak Pucung dari Jawa Tengah, Bungong Jeumpa dari Aceh, Ayam Den Lapeh dari Sumatera Barat, Anging Mammiri dari Sulawesi Selatan.

Indonesia juga memiliki alat musik tradisional khas masing-masing daerah, seperti angklung, bedug, calung, gamelan, kolintang, tifa, tamborin, saluang, sasando, dan sebagainya.

6. Senjata Tradisional

Senjata tradisional tak hanya digunakan sebagai alat berlindung dari serangan musuh, tapi juga digunakan dalam kegiatan berladang dan berburu.

Pada saat ini, senjata tradisional telah menjadi identitas bangsa yang turut memperkaya kebudayaan Nusantara. Misalnya rencong khas masyarakat Aceh, golok khas Betawi, kujang khas Jawa Barat, keris khas Jawa Tengah, celurit asli Madura, dan badik dari Sulawesi.

7. Makanan Khas

Kuliner atau makanan juga merupakan produk budaya berwujud nyata yang sangat mudah dikenali sebagai identitas suatu masyarakat.

Misalnya di Sumatera Selatan terkenal dengan makanan pempek. Kemudian kerak telor dari Jakarta, nasi lengko khas Cirebon, nasi gudeg khas Yogyakarta, rujak cingur dari Jawa Timur, ayam betutu dari Bali, ayam taliwang dari NTB, papeda dari Maluku dan Papua.

Keragaman budaya Indonesia di atas https://netnote.id/ merupakan kekayaan bangsa yang harus terus kita jaga dan lestarikan agar tidak lenyap.

438 Peserta Tak Hadir UTBK SBMPTN di Universitas Jember

Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) gelombang pertama dimulai pada 17 hingga 23 Mei 2022. Jumlah peserta UTBK SBMPTN yang mengikuti ujian di Universitas Jember (Unej) sebanyak 13.826 peserta terdiri dari 6.937 peserta kategori ujian Saintek, 5.963 peserta kategori ujian Soshum, dan 926 peserta kategori ujian Campuran.

438 Peserta Tak Hadir UTBK SBMPTN di Universitas Jember

Setiap sesi UTBK SBMPTN akan ada maksimal 615 peserta, sementara dalam satu hari pelaksanaan UTBK ada dua sesi, yakni sesi UTBK pagi dan siang. Wakil Koordinator Perencanaan Kerja sama Informasi dan Humas Unej Rokhmad Hidayanto mengatakan jumlah peserta yang tidak hadir dalam UTBK SBMPTN di Kampus Unej pada 17-21 Mei 2022 tercatat sebanyak 438 orang.

“Ratusan peserta yang tidak hadir mengikuti UTBK SBMPTN tersebut secara otomatis dinyatakan gugur dalam SBMPTN, namun kami tidak tahu alasan mereka tidak hadir karena tidak menyampaikan alasannya kepada panitia,” katanya https://netnote.id/.

Jumlah persentase kehadiran peserta yang mengikuti UTBK SBMPTN di Kampus Unej sebanyak 13.388 orang atau sekitar 96,83 persen. Rokhmad berharap jumlah peserta yang tidak hadir pada pelaksanaan UTBK gelombang kedua lebih sedikit dibandingkan gelombang pertama. Adapun UTBK SBMPTN gelombang kedua dilaksanakan pada 28 Mei hingga 2 Juni 2022.

Panitia UTBK SBMPTN Unej menyiapkan sebanyak 754 pengawas dan 344 penanggung jawab lokasi yang bertugas di 25 ruangan yang tersebar di 14 lokasi di kampus setempat.

Apa yang Dimaksud dengan Suku? Ini Penjelasan dan Nama-nama Populernya

Indonesia tak hanya kaya akan bahasa namun juga suku bangsanya. Mulai dari ujung sumatera hingga ujung Papua memiliki ciri khas berbeda. Suku apa saja yang ada di Indonesia?

Dilansir https://netnote.id/ dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), dalam kode data SP2010 tersedia 1331 kategori suku di Indonesia. Jumlah 1331 kategori itu merupakan kode untuk nama suku, nama lain/alias suatu suku, nama subsuku, bahkan nama sub dari subsuku.

Pengertian Suku Bangsa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), suku diartikan sebagai golongan bangsa sebagai bagian dari bangsa yang besar.

Sementara suku bangsa adalah kesatuan sosial yang dapat dibedakan dari kesatuan sosial lain berdasarkan kesadaran identitas perbedaan kebudayaan, khususnya bahasa.

Berdasarkan buku “Suku Bangsa Dunia dan Kebudayaannya” oleh Pram, Suku bangsa didefinisikan sebagai suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya.

Biasanya, mereka melihatnya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Identitas suku pun ditandai oleh pengakuan dari orang lain akan ciri khas kelompok tersebut dan oleh kesamaan budaya, bahasa, agama, perilaku, atau ciri-ciri biologis.

Ada bermacam-macam suku bangsa yang ada di Indonesia. Beragam suku bangsa tersebut tentunya memiliki perbedaan satu dan yang lainnya, mulai dari agama atau kepercayaan, bahasa hingga adat istiadat.

Apa yang Dimaksud dengan Suku Ini Penjelasan dan Nama-nama Populernya

Berikut ini 10 suku di Indonesia yang populer dan memiliki populasi yang banyak:

Nama-Nama Suku di Indonesia yang Populer

1. Suku Jawa

Populasi suku bangsa terbesar di Indonesia ditempati Suku Jawa. Jumlahnya sekitar 40,2% dari penduduk Indonesia.

Suku Jawa ini merupakan gabungan dari Suku Jawa, Osing, Tengger, Samin, Bawean/Boyan, Naga, Nagaring dan suku-suku lainnya di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2. Suku Sunda

Suku Sunda mendiami provinsi Jawa Barat. Populasinya mencapai 15,5% dari penduduk Indonesia atau terbesar kedua setelah Suku Jawa.

Suku Sunda memiliki beragam tari tradisional khas. Beberapa di antaranya populer di Indonesia, yakni Tari Jaipong, Tari Topeng, dan Tari Rampak Rendang.

3. Suku Batak

Suku Batak merupakan suku bangsa dengan populasi terbesar ketiga di Indonesia yakni sebanyak 3,6%. Suku ini berasal umumnya tinggal di Sumatera Utara.

Suku Batak memiliki sub suku yakni Suku Batak Mandailing, Batak Toba, Batak Tapanuli, Batak Angkola Karo, dan lain-lain.

4. Suku Bugis

Di Pulau Sulawesi terdapat Suku Bugis yang jumlah populasinya 2,7% dari populasi Indonesia. Suku Bugis mendiami provinsi Sulawesi Selatan.

5. Suku Asmat

Suku Asmat merupakan salah satu suku terbesar di Papua. Suku ini tinggal di rumah adat yang disebut rumah Jew.

Di dalam rumah adat yang juga disebut dengan rumah bujang ini tersimpan senjata Suku Asmat yakni tombak, panah untuk berburu, dan noken.

6. Suku Ambon

Suku Ambon mendiami Provinsi Maluku. Suku ini dikenal aktif melaut karena kondisi geografis di wilayah Maluku berupa kepulauan.

Ciri khas Suku Ambon adalah penggunaan alat musik tifa. Tifa mirip dengan gendang yang dimainkan dengan cara dipukul.

7. Suku Dayak

Suku Dayak merupakan suku yang mendiami Pulau Kalimantan. Sub sukunya juga beragam, mulai dari Dayak Kanayatn, Dayak Bubung, Dayang Angan, dan lain sebagainya.

Suku ini memiliki rumah adat yang khas disebut sebagai rumah bentang. Bentuknya memanjang dan didiami beberapa keluarga.

8. Suku Bali

Suku Bali adalah suku mayoritas yang mendiami Pulau Bali. Selain di Bali, suku ini juga tinggal di berbagai provinsi di Indonesia, termasuk Lampung, Bengkulu, dan Nusa Tenggara Barat akibat program transmigrasi.

Suku Bali umumnya menganut agama Hindu dan memiliki ciri khas mahir dalam memproduksi kesenian. Mulai dari seni tari, seni lukis, hingga seni ukiran dapat dilakoni Suku Bali.

9. Suku Minang

Suku Minang mendiami wilayah Sumatera Barat. Suku Minang memiliki ciri khas memiliki rumah adat yang luas bernama Rumah Gadang.

Selain itu mereka juga memiliki pakaian adat unik yang digunakan dalam pernikahan. Untuk perempuan disebut Bundo Kanduang sedangkan yang laki-laki mengenakan Deta.

10. Suku Betawi

Suku Betawi merupakan suku bangsa yang mendiami wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Suku ini dikenal sebagai hasil perkawinan dari berbagai suku bangsa dan etnis.

Ciri khas Suku Betawi adalah kesenian Gambang Kromong yang memadukan budaya Tionghoa, Arab, Melayu, Portugis, dan Belanda.

Itulah pengertian suku bangsa beserta nama-nama suku yang populer di Indonesia.

Sejarah Singkat Peristiwa Rengasdengklok

Proklamasi Kemerdekan Indonesia pada 17 Agustus 1945 tidak bisa dilepaskan dari Peristiwa Rengasdengklok.

Peristiwa Rengasdengklok merupakan aksi yang dilakukan oleh golongan muda pimpinan Chairul Saleh dengan menculik Soekarno dan Hatta sebelum proklamasi kemerdekaan dibacakan.

Penculikan tersebut dimaksudkan untuk menjauhkan Soekarno dan Hatta dari pengaruh Jepang.

Berikut ini sejarah singkat Peristiwa Rengasdengklok.

Latar belakang Peristiwa Rengasdengklok

Sejarah Singkat Peristiwa Rengasdengklok

Peristiwa Rengasdengklok terjadi akibat adanya perbedaan antara golongan tua dan golongan muda dalam menyikapi kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.

Pada dasarnya, perbedaan antara golongan tua dengan golongan muda menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia terkait waktu yang tepat untuk melaksanakan proklamasi.

Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Awalnya, hal ini coba dirahasiakan dari Indonesia, tetapi gagal dilakukan https://netnote.id/.

Adapun orang yang pertama kali mendengar atau mengetahui berita kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II ialah Sutan Syahrir.

Tindakan pertama yang dilakukan para pemuda IOndonesia setelah mendengar berita kekalahan Jepang adalah menemuai Bung Karno dan Bung Hatta untuk segera menyelenggarakan proklamasi kemerdekaan.

Golongan muda, yang dipimpin oleh Chairul Saleh, menginginkan Soekarno dan Mohammad Hatta segera mengumumkan kemerdekaan Indonesia melalui proklamasi.

Akan tetapi, keinginan dari golongan muda mendapat tentangan dari golongan tua, yang dipimpin oleh Soekarno.

Golongan tua berpendapat bahwa proklamasi akan diputuskan melalui sidang Panitia Persiapan Kemerdekan Indonesia (PPKI).

Sebelum Peristiwa Rengasdengklok terjadi, pada 15 Agustus 1945, golongan muda yang dipimpin Chairul Saleh mengadakan rapat di Pegangsaan Timur, Jakarta, terkait kapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan.

Dalam rapat, disepakati bahwa kemerdekaan Indonesia adalah keputusan rakyat Indonesia, bukan Jepang. Kemudian, malam harinya, anggota dari golongan muda, Wikana dan Darwis, diutus menemui Soekarno dan Hatta untuk mendesak agar proklamasikan kemerdekaan Indonesia dilakukan pada 16 Agustus 1945.

Wikana dan Darwis juga mengancam Seokarno dan Hatta, apabila pada 16 Agustus 1945 proklamasikan kemerdekaan belum dilakukan, maka akan terjadi pergolakan besar.

Namun, desakan Wikana dan Darwis tidak dituruti oleh Soekarno dan Hatta, yang berpendapat bahwa pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dirundingkan terlebih dahulu dengan PPKI.

Mendengar hal itu, Wikana dan Darwis lantas kembali mengadakan rapat bersama dengan golongan muda di Jalan Cikini 71, Jakarta.

Dalam rapat, diputuskan bahwa Soekarno dan Hatta akan dibawa ke Rengasdengklok untuk menjauhkan mereka dari pengaruh Jepang.

Kronologi Peristiwa Rengasdengklok

Rencana golongan muda menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok dilaksanakan pada 16 Agustus dini hari.

Ketika dibawa golongan muda untuk menuju Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta tidak menolak. Padahal, sebagai tokoh utama PPKI, keduanya memiliki kekuatan dan kewibawaan.

Hal ini terjadi karena mereka sebenarnya merasa bahwa kemerdekaan harus segera diproklamasikan.

Namun, karena ancaman dari Pemerintah Jepang dan janji kemerdekaan, Soekarno dan Hatta belum mau mengambil keputusan.

Setelah sampai di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta kembali didesak untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.

Setelah didesak di hadapan Shodanco Singgih, salah satu tokoh golongan muda, Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan setelah kembali ke Jakarta.

Antara golongan tua dan golongan muda pun sepakat bahwa proklamasi kemerdekaan harus dilakukan di Jakarta.

Ketegangan di Rengasdengklok dapat diakhiri setelah Achmad Soebardjo, salah satu tokoh golongan tua, menjemput Soekarno dan Hatta di Rengasdengklok dan menjamin proklamasi kemerdekaan terlaksana pada 17 Agustus 1945.

Sesampainya di Jakarta, Soekarno dan Hatta segera menyusun teks proklamasi di rumah Laksamana Maeda, yang kemudian diketik oleh Sayuti Melik.

Pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00, proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.

Gerak Dasar Lokomotor, Non-lokomotor, dan Manipulatif dalam Softball

Permainan softball atau sofbol memiliki rangkaian gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif.

Sebelum mengetahui rangkaian gerak apa saja, ada baiknya lebih dulu mengetahui apa itu gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif.

Dilansir https://netnote.id/ dari laman Bobo.Grid.id, gerak lokomotor adalah gerakan berpindah tempat.

Dalam gerak lokomotor, bagian tubuh tertentu bergerak atau berpindah tempat. Contoh gerak lokomotor adalah berlari, melompat, dan memanjat.

Sementara itu, gerak non-lokomotor adalah gerakan yang tidak disertai dengan perindahan tempat.

Artinya, bagian tubuh tertentu melakukan gerakan tetapi posisi tubuh tetap berada di tempatnya.

Contoh gerak non-lokomotor adalah memutar, menggeleng, membungkuk, dan mengayun.

Adapun, gerak manipulatif adalah gerakan yang melibatkan penguasaan pada sebuah objek atau gerak yang melibatkan suatu alat.

Beberapa contoh dalam gerak manipulatif adalah melempar, memukul, menangkap, dan memantulkan bola.

Dalam permainan softball, terdapat kombinasi gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif.

Lantas apa saja gerak dasar lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif dalam softball?

Gerak Dasar Lokomotor, Non-lokomotor, dan Manipulatif dalam Softball

Gerak Lokomotor dalam Softball

Gerakan berlari menuju base termasuk ke dalam gerak dasar lokomotor.

Selain gerakan berlari, gerak berjalan dari satu bae ke base lainnya juga merupakan gerak dasar lokomotor, karena pemain berpindah tempat.

Gerak Non-lokomotor dalam Softball

Ada berbagai gerak non-lokomotor ketika melakukan olahraga softball.

Gerakan non-lokomotor ini kebanyakan berupa kombinasi gerak dasar yang dilakukan bersama gerak manipulatif.

Berikut adalah contoh gerak non-lokomotor dalam softball:

  1. Berdiri untuk bersiap memukul, melempar, atau menangkap bola.
  2. Mengayunkan tangan
  3. Memutar badan

Gerak Manipulatif dalam Softball

Permainan softball termasuk olahraga yang menggunakan alat beripa tongkat pemukul dan bola, sehingga ada beberapa gerak manipulatif.

Beriku contoh gerak manipulatif pada kasti:

  1. Memukul bola baik menggunakan teknik swing maupun bunt.
  2. Melempar bola baik mengguankan lemparan bawah, atas, ataupun samping
  3. Menangkap bola

Hasil Sidang BPUPKI Pertama dan Kedua

Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang pada 29 April 1945.

Tujuan BPUPKI dibentuk adalah untuk mengkaji, mendalami, sekaligus menyelidiki bentuk dasar yang sesuai dengan sistem pemerintahan Indonesia setelah merdeka.

Sejak didirikan, BPUPKI yang merupakan badan persiapan kemerdekaan Indonesia melakukan sidang dua kali.

Sidang pertama BPUPKI pada tangal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 merumuskan tentang dasar negara Indonesia.

Sedangkan sidang kedua BPUPKI dilaksanakan pada 10-17 Juli 1945. Berikut ini hasil sidang BPUPKI pertama dan kedua

Hasil Sidang BPUPKI Pertama dan Kedua

Hasil sidang BPUPKI Pertama

Sidang pertama BPUPKI dipimpin oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat bersama 12 anggotanya.

Sidang BPUPKI pertama membahas tentang rumusan dasar negara Indonesia. Ada tiga tokoh yang memaparkan rumusan dasar negara, yaitu Mohammad Yamin, Soepomo, dan Soekarno.

Pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945, Ir. soekarno menyampaikan pidato. Pidato Ir. soekarno itu selanjutnya menandai lahirnya dasar negara kita yaitu Pancasila.

Dari tiga rumusan yang sudah dipaparkan, milik Soekarno-lah yang paling diterima oleh seluruh anggota yang mengikuti sidang BPUPKI.

Dengan demikian, hasil sidang pertama BPUPKI adalah rumusan dasar negara Indonesia, Pancasila, yang terdiri atas lima sila, yaitu:

  • Kebangsaan Indonesia
  • Internasionalisme dan Peri Kemanusiaan
  • Mufakat atau Demokrasi
  • Kesejahteraan Sosial Ketuhanan Yang Maha Esa

Itulah mengapa setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

Hasil sidang BPUPKI Kedua

Sekitar 40 hari setelah sidang pertama, BPUPKI menggelar sidang kedua di tempat yang sama seperti sidang pertama.

Hasil sidang BPUPKI kedua tanggal 10-17 juli 1945 adalah disetujuinya Undang-Undang Dasar (UUD) Negara pada 16 Juli 1945.

Isi rancangan UUD adalah sebagai berikut.

  1. Pernyataan Indonesia merdeka
  2. Pembukaan yang memuat Pancasila
  3. Batang tubuh UUD yang tersusun atas pasal-pasal

Dengan tersusunnya rancangan UUD, maka tugas BPUPKI dianggap sudah selesai.

Sidang kedua BPUPKI berakhir tanggal 17 Agustus 1945, yang sekaligus mengakhiri BPUPKI.

Setelah itu, https://netnote.id/ BPUPKI melapor kepada Jepang dan dibentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Garuda Pancasila: Lirik, Pencipta, dan Makna Lagunya

Garuda Pancasila adalah lagu nasional Indonesia yang cukup populer bagi masyarakat Indonesia. Tapi tahukah kamu siapa pencipta lagu Garuda Pancasila dan apa maknanya?

Dalam sejarah, lagu nasional Indonesia diciptakan untuk mengapresiasi perjuangan pahlawan dan menumbuhkan rasa semangat perjuangan pada generasi muda. Seperti halnya lagu nasional yang lain, lagu Garuda Pancasila yang diambil dari lambang dasar negara juga memiliki lirik yang bermakna.

Lirik, pencipta, dan makna lagu Garuda Pancasila:

 

Garuda Pancasila Lirik, Pencipta, dan Makna Lagunya

1. Lirik Garuda Pancasila

Berikut lirik/syair lagu Garuda Pancasila:

Garuda pancasila

Akulah pendukungmu

Patriot proklamasi

Sedia berkorban untukmu

Pancasila dasar negara

Rakyat adil makmur sentosa

Pribadi bangsaku

Ayo maju maju

Ayo maju maju

Ayo maju maju

Garuda pancasila

Akulah pendukungmu

Patriot proklamasi

Sedia berkorban untukmu

Pancasila dasar negara

Rakyat adil makmur sentosa

Pribadi bangsaku

Ayo maju maju

Ayo maju maju

Ayo maju maju

2. Pencipta Lagu Garuda Pancasila

Lagu Garuda Pancasila ini diambil dari lambang negara Indonesia. Lambang negara terdiri dari lima lambang yang memiliki makna dan arti tersendiri sesuai dengan yang tercantum dalam Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945.

Pencipta lagu Garuda Indonesia adalah Sudharnoto. Lagu ini mulanya berjudul Mars Pancasila, kemudian diubah menjadi Garuda Pancasila pada tahun 1950-an. Kala itu, Sudharnoto merupakan kepala seksi musik di RRI Jakarta.

Pada saat itu, Sudharnoto juga menjadi pendiri kelompok penyanyi istana bernama Ansambel Gembira, bersama sejumlah seniman seperti Bintang Suradi dan Titi Subronto K. Atmojo.

Berkat kedalaman maknanya, lagu Garuda Pancasila kemudian menjadi bagian dari sejarah Indonesia. Bahkan Garuda Pancasila menjadi lagu wajib nasional.

3. Makna Lagu Garuda Pancasila

Sudharnoto menciptakan lagu Garuda Pancasila dengan lirik perjuangan dan kesetiaan rakyat Indonesia kepada Pancasila sebagai ideologi dan falsafah negara.

Pada setiap bait lagu Garuda Pancasila, memiliki makna tersendiri, di antaranya adalah:

– “Garuda Pancasila, akulah pendukungmu”

Syair atau bait ini memiliki makna bahwa Garuda sebagai lambang negara dan Pancasila sebagai dasar negara harus senantiasa kita dukung sebagai rakyat Indonesia dan harus dijunjung tinggi sebagai bukti kedaulatan bangsa dan negara.

– “Patriot proklamasi, Sedia berkorban untukmu”

Patriot proklamasi bermakna pejuang kemerdekaan/pejuang bangsa yang akan selalu siap sedia berkorban untuk negeri.

– “Pancasila dasar negara, Rakyat adil makmur sentosa”

Pancasila sebagai dasar negara jika diterapkan secara nyata maka keadilan, kemakmuran dan kedamaian sentosa akan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

– “Pribadi bangsaku, Ayo maju maju, Ayo maju maju, Ayo maju maju”

Kepribadian bangsa Indonesia adalah bangsa yang pantang menyerah, pantang berputus asa menghadapi semua cobaan. yang datang. Bangsa yang penuh semangat untuk terus maju dan bersatu membangun tanah tumpah darah Indonesia.

Itulah https://netnote.id/ lirik dan makna lagu Garuda Pancasila ciptaan Sudharnoto. Semoga hafal dan mengamalkan nilai-nilainya, ya!